PERTEMPURAN WIRASINGA DENGAN BUTO IRENG & BUTO IJO

Cerita Rakyat jasinga.

Wirasinga adalah salahsatu tokoh yang disegani di jasinga, karena sifat dan karakternya yang hebat / berilmu dan rendah hati membawa wirasinga menjadi seorang yang di segani.
Singkat cerita,
Buto ireng & buto ijo yang iri kepada wirasinga akan kesaktiannya yang sudah di ketahui oleh banyak orang,
karena sifat dan tanggung jawab yang di miliki oleh wirasinga sangat membuat masyarakat jasinga membanggakan dan menghormatinya..

Dengan rasa iri menggebu, buto ireng & buto ijo menantang wirasinga untuk berkelahi.
Walaupun wirasinga tidak mau, tetapi mereka tetap memaksa, Maka terjadilah sebuah pertempuran 2 lawan 1 antara Buto ireng & buto ijo melawan Wirasinga yang berlangsung di pinggir sungai Cidurian jasinga.


Pertempuran berlangsung begitu lama, sehingga wirasinga mulai tidak berdaya dan yang pada akhirnya wirasinga dipegang oleh buto ireng dan buto ijo, lalu di bentur- benturkan(totog-totogeun) muka wirasinga ke bebatuan(cadas) di sungai cidurian. yang pada saat ini tempat itu dikenal dengan nama CITOTOGAN.


Setelah mereka lengah, wirasinga pergi ke dalam air untuk menguji buto ireng dan buto ijo, lalu di kejar oleh mereka kedalam air, Buto ireng dan buto ijo mencari secara bergantian, buto ireng mencari kembali ke dalam air, sedangkan buto ijo berjaga di daratan. Lama mencari tetapi tetap saja tidak ketemu, Akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu di darat.


Setelah lama menunggu, buto ireng berfikir untuk masuk kembali kedalam air lalu menghantam-hantam setiap batu cadas yg ada di dalam air sekitar, sehingga keluarlah wirasinga dari perwujudannya yg menyerupai batu cadas,
Setelah keluar, wirasinga kembali menunjukan kesaktianannya tetapi kali ini wirasinga pergi dan berdiam diri dibalik kelopak mata buto ijo, buto ijo pun tidak sadar bahwa wirasinga telah bersembunyi di balik kelopak mata nya,
Buto ireng kembali naik ke daratan dan dengan bingung menanyakan ke buto ijo “kaMana lumpatna wirasinga”? “Kemana larinya wirasinga?” Dan buto ijo pun tidak tahu,


Berjalannya waktu mereka terus mencari, dan wirasinga pun mulai memulihkan kekuatannya, Setelah pada akhirnya buto ireng melihat keanehan di kelopak mata buto ijo,
Buto ireng akhirnya bisa menemukan wirasinga yang bersembunyi dibalik kelopak mata buto ijo.

Keluarlah wirasinga dari persembunyiannya lalu kembali mereka berkelahi, dengan tenaga yang sudah pulih wirasinga mampu membuat buto ireng dan buto ijo kewalahan menghadapinya,
Pada akhirnya buto ireng dan buto ijo tidak meneruskan perlawanan terhadap wirasinga.

Pada saat itu pula wirasinga merubah wujud buto ireng dan buto ijo menjadi buaya/buhaya putih.
Wirasinga berpesan kepada buto ireng & buto ijo. “ULAH NGAGANNGU KATURUNAN KAMI”. “jangan mengganggu keturunan saya”
Buto ireng dan buto ijo mensepakati permintaan wirasinga, dengan tidak akan mengganggu siapapun keturunan wirasinga yang berada di perairan manapun.

Dari isi cerita rakyat ini menujukan bahwa nama CITOTOGAN diambil dari kisah wirasinga yang pada waktu itu di benturkan(Totogeun) kepalanya oleh buto ireng dan buto ijo ke batu cadas.

Orang jasinga dikenal sebagai JURIG CAI diangkat dari kisah Wirasinga yang mengutuk buto ireng dan buto ijo menjadi buaya putih lalu wirasinga berpesan kepada buto ireng dan buto ijo untuk tidak mengganggu keturunan wirasinga/Orang jasinga di perairan manapun.

Cerita ini bersifat fiksi berdasarkan dongeng-dongengan/cerita rakyat jasinga.

“BJ’KARINDING & PENTAS KREASI” KARANGTARUNA BUNAR MEKAR SALUYU

Berawal dari segelas kopi di salah satu kedai kopi yang berada di Jasinga Bogor yaitu RUANG NINYUH. Pada waktu itu kami(Bilik Jasinga)sedang ngopi sambil latihan santai KARINDINGAN, Tiba-tiba datang seorang kawan ke Ruang Ninyuh yang akhirnya kami memutuskan untuk ngopi bersama dalam satu meja.

Waktu berlalu dan akhirnya obrolan kita mulai berisi dan kopi pun mulai menyurut. Pada waktu itu pula kawan kami menawarkan event kepada kami untuk isi panggung dalam penampilan Musik Karinding/Musik Tradisional di event Pentas Kreasi Karangtaruna Bunar Mekar Saluyu(BMS).

Pada Awalnya kegiatan ini direncanakan untuk tanggal 31 Desember 2018, Namun H-7 Tiba surat Himbauan dari Bupati Bogor untuk tidak di Adakannya kegiatan acara seperti Musik dll. Mengingat negara kita masih dalam tahap berduka yang begitu dekatnya bencana di setiap daerah.

Pasca dari Info tersebut kemudian Panitia mengajak kami ngopi di Ruang Ninyuh Jasinga.
Pada waktu itu panitia menyampaikan info kepada kami bahwasannya event tersebut di rubah jadwalnya menjadi hari sabtu tanggal 05 Januari 2019, dan untuk tanggal 31 desember di adakan Istigosah bersama yang bertempat di balai desa Bunar.

Tiba saatnya untuk event ini pada sabtu 05 Januari 2019, Kami pun merapat ke lokasi acara sambil membawa seperangkat alat yang kita butuhkan yaitu antara lain Karinding – Suling – Jibbebbeub dan Gitar.
Setelah tiba dilokasi kami sempat tercengang lihat kerumunan orang-Orang di sebuah lapangan, kami lihat-lihat ternyata ini lokasi tujuan kita, sungguh sangat antusias masyarakat sekitar atas kegiatan tersebut.
kami mulai memasuki area tersebut berjalan sambil di perhatikan banyak orang mungkin mereka aneh dengan apa yang kami bawa (Seperangkat Bambu).
Hingga kami di sambut dengan sangat hangat dan baik oleh panitia, sungguh inilah yang dinamakan kasih sayang walaupun tak saling mengenal satu sama lain.

Tiba lah waktunya kegiatan ini dimulai dengan diawalinya sambutan – sambutan dan di hadiri oleh : Kapolsek Cigudedg, Kades, Ketua Pemuda, Ket karang taruna Bunar Mekar Saluyu(BMS).
Dalam acara ini bertujuan untuk menampilkan bakat-bakat masyarakat bunar khususnya dalam berkesenian baik modern maupun tradisional, dengan harapan mampu mengembangkan terus setiap bakat masing-masing.

Tiba saatnya kami(Bilik Jasinga) dipanggil ke atas panggung, kami siapkan posisi dan kelengkapan alat,
Setelah selesai kami langsung mulai dengan Karinding salam bubuka, pada awalnya masyarakat masih pada bengong “Mungkin ga tau apa yang kami mainkan” setelah masuk pertengahan mulailah masyarakat mengerti ternyata bambu-bambu itu sebuah alat musik dan mereka mulai menikmati lantunan karinding yang kami padukan pada sebuah syair yang berisikan tentang macam macam makanan budaya Heubeul(Jadul), dan mulai kami ajak bernyanyi bersama untuk menyanyikan lagu Nasional TANAH AIR yang di iringi musik Karindingan.

Kami sungguh terharu dan bangga atas usaha dan kerja keras teman-teman dari BMS yang sudah memperjuangkan kegiatan tersebut untuk memfasilitasi masyarakat bunar dalam menampilkan bakat-bakatnya, Bermacam-macam bakat dari usia dini sampai dewasa ikut di tampilkan dalam satu panggung tersebut. Antara lain Tari moderen dan tradisional, Akustik, Stand up Comedy, Karaoke, Dan tambahan dari kami yaitu Musik Karinding.

Kembangkan terus kreatifitas berkarya
Apapun itu bentuknya
Seni itu sebuah kebebasan
Kebebasan itu di dasari dengan tekad
Tekad itu di kontrol oleh tanggung jawab.
Tanggung jawab itu kunci kesuksesan.

Terimakasih atas segalanya, Setiap tujuan pasti ada sebuah proses. Dengan cara apa kita menghadapi prosesnya ? Yakin dan Rajin.

Bilik Jasinga & Bunar Cigudeg, Bogor Indonesia

Komunitas Bilik Jasinga

Bilik Jasinga

Bilik Jasinga adalah sebuah komunitas/sekumpulan pemuda-pemudi yang menyatukan tujuannya dalam mengembangkan kreatifitas dalam kepemimpinan dan berkesenian. Serta upaya melestarikan budaya lokal maupun nasional.

Bilik Jasinga dibentuk pada tanggal 12 Agustus 2017 di kampung Babakan Desa Jasinga Kecamatan Jasinga Kabubaten Bogor.